Faktah Menarik Penutupan Kultum Singkat Yang Lucu

Kebanyakan penampilan ceramah pendek  singkat selalu identik dengan hal-hal yang serius dan khidmat. Namun itu tidak selamanya terjadi, masih banyak penerapan cara kuliah islami singkat yang masih menampilkan unsur menghibur. Yang paling mashur di kalangan penceramah adalah bagaimana cara menutup ceramah. Mereka sering menggunakan lantunan pantun unik sebagai sarana penutup yang mempesona pendengar sehingga ada kesan perpisahan yang menawan  dengan kultum singkat.

Namun, faktah unik dan menghibur tidak akan menjadi baik jika terlalu banyak hiburan, maka yang ada terkesan menjadi stand up comedy. Itu akan menghilangkan status berceramah anda. Maka yang tepat anda dapat menjadikan hiburan atau lantunan itu menjadi penutup yang memerikan kenangan.

1. Pantun pendek dan menghibur yang sangat terkenal untuk ceramah singkat
Ada pantun yang paling terkenal tetapi memiliki bentuk yang sangat pendek, itu yang menjadi banyak dai menggunakannya dalam penutupan ceramah. Meskipun ini dipakai berkali-kali kenyataannya tidak menjadi bosan dan masih membuat pendengar penasaran dengan alur hiburan kata itu. Ini dapat menunjang anda sebagai referensi yang mudah anda cerna dan ingat, dari pada anda menggunakan pantun yang panjang membuat pendengar bosan dengan arah pantun itu.
“Minum sirup  dengan selasih. Sekian dan terima kasih”

2. Lantunan syair penutup kuliah singkat yang kreatif dan sering digunakan
Namun kini sangat banyak dijumpai berbagai variasi penutup ceramah singkat berupa pantun. Itu dapat berupa buatan orang lain yang sudah ada. Anda dapat browsing internet dan dengan mudah menemukannya. Yang kedua, anda dapat membuatnya sendiri dan memodifikasi menjadi sekreatif mungkin. Pastikan bahwa pantun tersebut mengandung unsur syair yang benar sajaknya dan sesuai dengan acara sehingga tetap menarik dan memberi kesan mendalam.
“Kalau ada sumur di  ladang, bolehlah saya numpang mandi. Kalau ada umur panjang bolehlah kita berjumpalagi”

3. Penutupan ceramah pendek dengan menggunakan pantun berbahasa jawa
Lebih banyak penceramah dan dai belajar dari tanah jawa yang merupakan basis institusi islam terbesar sehingga mempengaruhi cara berceramah diantaranya pengaruh bahasa Jawa. Walaupun mereka bukan orang jawa, namun bahasa ini sudah terkenal se antero Indonesia sehingga menarik dan unik untuk diterapkan. Lebih banyak pantun itu adalah syair yang sudah ada dan sering dipakai oleh penceramah  terdahulu. Jika anda menggunakannya, itu akan menjadi hal yang menghibur.
“Mangan kupat nang pengger segoro, yen ono lepat, kulo nyuwun ngapuro”
“Makan ketupat di pinggir samudera, kalau ada salah saya mohon dimaafkan”

Postingan Populer